Pengurus IGI Jatim dan Kab/Kota Dilantik, Bambang: Semangat dan Perjuangan IGI Luar Biasa

Guru-guru di wilayah Provinsi Jawa Timur berafiliasi mengikrarkan diri sebagai pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) pada kegiatan pelantikan Pengurus IGI Wilayah dan Daerah se-Jawa Timur, Minggu (27/3/2016). Sebelum dikukuhkan, Kepala LPMP Jatim Drs. Bambang Agus Susetyo, MM., M.Pd., berkesempatan memberi sambutan. Dalam sambutannya, dia menegaskan menjadi pengurus IGI dibutuhkan keberanian dengan risiko yang akan dihadapi. Sebab, hal ini yang pernah dirasakan Bambang ketika pertama kali menjadi Ketua IGI Kab. Tulungangung.

Dihadapan guru yang hadir, Bambang mengatakan di Tulungagung kala itu hanya memiliki 3 pengurus saja, yaitu ketua, sekretaris dan bendahara. Menurutnya, kedua orang ini siap menghadapi risiko mati karir hingga nyawa saat diminta menjadi sekretaris dan bendahara bersamanya.

“Ketika itu terlampir (nama pengurus) di Bakesbang, apa yang terjadi? Yang jadi kepala TK (sekretaris IGI) dipanggil, ‘Kamu kalau gandeng sama si Bambang, matilah kamu.’ Langsung dia yang punya jabatan sekretaris ini berdiri, ‘Apa kamu bilang? Matinya kenapa?’, dijawab, ‘Tidak, matinya tanda kutip, mati karirmu.’ ‘Kalau mati karir saya biarkan, tapi kalau kamu mengancam saya mati, sebelum saya mati, kamu yang mati duluan, wong saya sudah nggak butuh apa-apa,” kata Bambang yang menggebu menceritakan keberanian sekretarisnya meski dia seorang perempuan. “Begitu kekuatan di daerah. Akhirnya kepala TK ini dilengserkan. Ya tidak apa-apa, sudah kasihkan saja, wong kepala TK. Sekarang dia jadi guru TK,” tutur Bambang mengenang kekuatan hati sekretarisnya itu.

Selama menjalani kepengurusannya sebagai Ketua IGI Tulungagung, Bambang merasa dikotakkan. Terlebih karena kondisi politik yang tidak kondusif. Pria asal Tulungagung ini memahami bahwa organisasi IGI tidak boleh masuk ke ranah politik namun banyak yang ingin menunggangi untuk mencari suara massa.

Bambang kemudian teringat saat pertama kali akan melakukan deklarasi IGI di Tulungagung. Segala persiapan sudah matang, mulai dari seragam untuk pengurus dan anggota, narasumber, materi, bendera umbul-umbul, tempat acara, namun 2 hari sebelum pelaksanaan, Bambang dipanggil Bupati Tulungagung ke pendapa. Bupati meminta agar deklarasi dibatalkan untuk menjaga keamanan Kab. Tulungaggung. “Karena yang merintah pak Bupati, saya tetep patuh pada pimpinan, walaupun dengan hati yang nggondok (cemberut) luar biasa, saya ngragati (mengurus) luar biasa banyak, ternyata tidak jadi,” keluhnya.

Pengalaman dan perjuangan selama bersama IGI Tulungagung menjadi cerita yang tidak bisa dilupakan Bambang. IGI terus mengikuti karirnya hingga menjadi Kepala LPMP Jawa Timur. “Saya pun InsyaAllahkarena semangat IGI dan perjuangan IGI ini luar biasa, saya tetap mendukung sampai kapanpun,” kata Bambang. “Dan sekarang saya ini belum dihapus, saya ini masih ketua IGI di Tulunggung,” lanjutnya sembari tertawa.

Saat bertemu dengan guru-guru yang tergabung di IGI se-Jawa Timur, Bambang merasa senang karena bertemu dengan teman-temannya. Dalam kenangannya, IGI di daerahnya turut mengikuti kongres pertama IGI di Kemdikbud RI. “Luar biasanya IGI ingin membesarkan guru-guru, ingin memprofesionalkan guru dengan berbagai hal, dengan melek IT sampai nanti ini diseminarkan untuk membangun budaya litrasi,” tukas Bambang yang berharap kisahnya ini bisa memompa semangat pengurus dan anggota IGI.

Usai memberi sambutan, pengurus dari 20 kabupaten/kota dan pengurus daerah Jawa Timur dilantik. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum IGI Pusat Muhammad Ramli Rahim.Acara yang digelar di Gedung Graha Utama LPMP Jawa Timur Juga mengagendakan Seminar Nasional Membangun Budaya Literasi Menuju Indonesia Emas 2045. (Bagus Priambodo/sumber: Majalah Median LPMP Jatim – edisi: News/2016)