Rencana Strategis LPMP Jawa Timur 2015-2019

 

Periode pertama dalam RPPNJP, pembangunan pendidikan difokuskan pada peningkatan kapasitas satuan pendidikan sebagai penyelenggara pendidikan dalam memperluas layanan dan meningkatkan modernisasi penyelenggaraan proses pembelajaran. Pada periode kedua, pemerintah mendorong penguatan layanan sehingga pendidikan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pada periode ketiga, saat ini pembangunan   pendidikan direncanakan sebaga itahap pendidikan yang menyiapkan SDM yang kompeten, kompetitif dan komparatif.

 

 Periode ketiga dapat dimaknai sebagai periode pembangunan pendidikan yang bermutu, yaitu pendidikan yang penyelenggaraan dan hasil-hasil pendidikannya bermutu nasional, global, dan berkarakter, yaitu lulusan yang kompeten, kompetitif atau berdaya saing, dan komparatif.

 Mutu pendidikan tersebut merupakantingkat kecerdasan kehidupan bangsa yang dapat diraih dari penerapan Sistem Pendidikan Nasional sebagaimana amanah Pasal 1 Permendiknas Nomor 63Tahun 2009. Pengertian mutu mencakup input,proses, dan output pendidikan. Input pendidikan adalah segala sesuatu   yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Sesuatu yang dimaksud berupa   sumberdaya   dan   perangkat   lunak   serta   harapan-harapan sebagai pemandu bagi berlangsungnya proses. Input sumberdaya meliputi sumberdaya manusia dansumberdaya selebihnya. Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadisesuatu yang lain. Sesuatu yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses disebut input, sedang sesuatu dari hasil proses disebut output.

 

 Dalam pendidikan bersekalamikro (tingkat sekolah),proses yang dimaksud adalah proses pengambilan keputusan,proses pengelolaan kelembagaan, proses pengelolaan program, proses belajar mengajar, dan proses monitoring dan evaluasi, dengan catatan bahwaproses belajar mengajar memiliki tingkat kepentingan tertinggi dibandingkan dengan proses-proses lainnya. Proses dikatakan bermutu tinggi apabila pengkoordinasian dan penyerasian serta pemaduan input sekolah (guru, siswa, kurikulum, uang, peralatan, dsb.) dilakukan secara harmonis, sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan (enjoyable learning), mampu mendorong motivasi dan minat belajar, dan benar-benar mampu memberdayakanpeserta didik.

 

 Output pendidikan adalah merupakan kinerja sekolah.Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/perilaku sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualitasnya,efektivitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, inovasinya, kualitas kehidupan kerjanya, dan moral kerjanya.

 

 Untuk itu, perlu adanya penjaminan mutu yang tersistem dan bertanggungjawab dalam pengendalian penyelenggaraan pendidikan sertapencapaian mututersebut.Penjaminan mutu pendidikan ini merupakan kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan, penyelenggara satuan atau program pendidikan, pemerintah daerah, Pemerintah, dan masyarakat untuk menaikkan tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan.Tujuan jangka panjang penjaminan mutu pendidikan yang utama adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan

 

oleh Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dicapai melalui penerapan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP).

 

 Oleh karena itu, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) sebagai Unit Pelaksana Teknisdari Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah sebagaimana amanah Perpres Nomor 14 Tahun 2015pasal 32 adalah untuk melaksanakan tugas teknis operasional dan/atautugas teknis penunjang di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan khususnya bidang peningkatan mutu pendidikan. LPMP sebagai UPT penjaminan mutu pendidikan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mewujudkan semua itu.

 

 Untuk menjamin dapat terselenggaranya penjaminan mutu tersebut, makaLPMPharus menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP), dimana SPMP ini merupakan subsistem dari Sistem Pendidikan Nasional yang fungsi utamanya meningkatkan mutu pendidikan. Secara umum, cakupan pendidikan yang akan dijamin mutunya oleh LPMP meliputi bidang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan tata kelola pendidikan.

 

 Berpedoman padasemuanya itu,maka ditetapkanlahRencana Strategis LPMP   Jawa   Timur Tahun   2015—2019.   Secara   teknis,   proses penyusunan dan penyajian rencana strategis dilakukan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Selanjutnya, rencana strategis ini harus digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan dan pengendalian tahunan pembangunan pendidikan yang bermutu di Jawa Timur.

http://lpmp-jatim.net/file/download/2017/renstra%20lpmp%20jatim.pdf