Bondowoso makin mantap bermitra dengan LPMP Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas mutu pendidik dan tenaga kependidikan

Kabar sepekan ----- Sepekan di Jawa Timur (Seputar Pendidikan) 
articles_5_clip_image002 
Surabaya --- Rapat koordinasi nasional (rakornas) bertema "Implementasi Percepatan Penjaminan Mutu Pendidikan Tahun 2013" yang berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 21 - 23 Juni 2013, di gedung Graha Wiyata LPMP Provinsi Jawa Timur Surabaya memaparkan beberapa materi penting terkait dengan implementasi Kurikulum 2013 yang rencananya akan dilaksanakan pada Tahun Pelajaran 2013 Juli mendatang. 

Hal yang menarik di sini, terdapat sesi khusus di hari kedua, dimana peserta rakornas dari salah satu daerah (kab/kota) yang hadir ikut berbagi pengalaman (best practice) dengan para peserta yang lain. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Endang Hardiyanti menjelaskan berbagai capaian positif di bidang pendidikan, menurutnya adalah buah keberhasilan dari kemitraan dengan LPMP Jawa Timur selama ini. 

Beberapa kemitraan yang telah dilaksanakan mulai tahun 2012 lalu diantaranya Seleksi dan Diklat Calon Kepala Sekolah berjumlah 70 peserta, Workshop Penilaian Kinerja Guru, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi guru, Seleksi Calon Pengawas yang hasilnya sudah diterima oleh Dinas Pendidikan Kab. Bondowoso, Diklat Calon Pengawas sebagai tindak lanjut hasil seleksi, pendampingan dan pelaksanaan Program BERMUTU, Diklat Pasca UKA, Uji Kompetensi Guru (UKG) dan Evaluasi Diri Sekolah (EDS). 

Dia memaparkan secara gamblang, dampak dari kerjasama ini antara lain meningkatnya kompetensi, kualifikasi, kualitas kinerja dan profesionalisme guru, kepala sekolah dan pengawas. “Kondisi ini secara betahap akan berdamak pada peningkatan kualitas mutu pendidikan”, jelas Endang

Di sela-sela paparannya, Endang menceritakan, kemitraan bersama LPMP Jawa Timur dapat menghindarkan terjadinya kecurangan-kecurangan kecil maupun besar. Misal dalam “diklat dan seleksi kepala sekolah dan calon kepala sekolah”. 

“Sejak dinas mengeluarkan informasi seleksi calon kepala sekolah, banyak telepon yang kami terima dan tamu yang datang untuk titip diluluskan dan lain sebagainya”, lanjutnya. 

Namun bila melakukan seleksinya bermitra dengan LPMP maka mereka tidak akan melakukan pendekatan-pendekatan seperti itu karena memang tidak ada peluang untuk itu. “Sehingga yang lulus seleksi memang mereka yang benar-benar memiliki kompetensi yang baik”, tegasnya. 

Endang melanjutkan, bagi mereka yang hanya mengandalkan koneksi, memiliki saudara pejabat, teman dan lain sebagainya bila kompetensinya kurang tetap saja tidak akan lulus. “Itu salah satu keuntungan bermitra dengan LPMP Jawa Timur”, paparnya. 

Endang menegaskan, sudah seharusnya kepala sekolah wajib memiliki kompetensi yang baik karena dengan begitu dia akan mampu melaksanakan dan mengelola tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. 

Dia melanjutkan, berbagai penghargaan pun diraih oleh kabupaten Bondowoso di berbagai jenjang antara lain Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). 

“Tahun 2012 lalu, alhamdulillah, kepala sekolah kami mendapat juara satu tingkat nasional dalam “best practice” di program BERMUTU.

Tahun ini di tingkat nasional, Bondowoso kembali meraih juara kedua “best practice” bagi kepala sekolah dan juara ketiga bagi guru di program BERMUTU”, imbuhnya 

Endang menambahkan, di tahun 2013 penghargaan bagi Bondowoso diukir pula oleh para siswa, pendidik dan tenaga kependidikan yang berprestasi. “Itulah yang membuat kami tahun ini semakin mantap untuk melanjutkan kemitraan dengan LPMP Jawa Timur. Mudah-mudahan kerjasama ini terus berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya”, tegasnya. 

Tidak hanya itu. Keberhasilan kemitraan ini menurut Endang ternyata berdampak pula pada mudahnya pengusulan anggaran ke DPRD Kabupaten Bondowoso terkait upaya peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan di Kabupaten Bondowoso.

Memasuki sesi tanya jawab, salah seorang peserta rakornas mengajukan pertanyaan tentang strategi dan rahasia kesuksesan yang diraih kabupaten Bondowoso di bidang peningkatan kualitas mutu pendidik dan tenaga kependidikan dalam kurun waktu dua tahun ini. Karena pada dasarnya bentuk-bentuk dan langkah kemitraannya dengan LPMP Jawa Timur sama dengan yang dilakukan di daerahnya. 

“Tapi hasilnya kok biasa-biasa saja”, keluhnya .

Endang pun menjawab, kunci dari ini semua sebenarnya menjalin dan mengembangkan komunikasi dan konsultasi terus-menerus dengan LPMP Jawa Timur. 

Pihaknya sering mengundang widyaiswara LPMP Jawa Timur untuk mendampingi secara berkelanjutan pendidik dan tenaga kependidikan di kabupatennya. “Khusus kepala sekolah jujur saja, ada seleksi awal yang sebelumnya sudah kami lakukan walaupun belum bisa kamifloor-kan siapa yang mendaftar. Namun paling tidak kami sudah memiliki catatan terhadap kompetensi mereka. Jadi sudah lebih mengerucut untuk dipilih di tingkat kabupaten. Baru setelah itu kami mintakan seleksi secara resmi ke LPMP”, imbuhnya. 

Dia menegaskan, tidak semuanya lulus seleksi. Dan tidak ada pihak luar yang dapat mengintervensi karena yang menyeleksi langsung LPMP Jawa Timur. “Itulah rahasianya Pak dan yakin tidak ada lagi dusta diantara kita,” ujarnya sambil tersenyum  

Sebelum Paparan Best Practice, Paparan Program Pilot Project Sekolah Model dan Program Percontohan/Unggulan-unggulan lain LPMP Provinsi Jawa TimurAcara rakornas di hari kedua diawali dengan Paparan tentang Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,

Kebijakan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan tentang Implementasi Kurikulum 2013. 

Dilanjutkan dengan sesi penandatanganan Nota Kesepahaman Implementasi Percepatan Penjaminan Mutu Pendidikan/Pelaksanaan

Program Penjaminan Mutu Pendidikan antara 38 Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dengan LPMP Provinsi Jawa Timur dan peresmian gedung baru LPMP Jawa Timur oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh didampingi Sekretaris BPSDMPK & PMP, Abi Sujak dan Kepala LPMP Jawa Timur, Salamun (22/6). (BP)