Skenario pelatihan guru di Kurikulum 2013

Kabar sepekan ----- Sepekan di Jawa Timur (Seputar Pendidikan)
articles_3_clip_image002 
Surabaya --- Dalam rakornas "Implementasi Percepatan Penjaminan Mutu Pendidikan Tahun 2013" yang berlangsung di LPMP Jawa Timur pada 21-23 Juni 2013 itu di hari kedua Abi Sujak Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Kebudayaan &

Penjaminan Mutu Pendidikan Kemdikbud menjadi salah satu nara sumber di acara tersebut.

Abi memaparkan beberapa hal terkait pelaksanaan Kurikulum 2013 yang rencananya akan diawali dengan pelatihan instruktur nasional pada tanggal 24-28 Juni 2013 yang diikuti oleh 588 peserta dibagi menjadi 20 kelas di Jakarta

Dilanjutkan pelatihan guru inti pada tanggal 1-5 Juli 2013 yang diikuti oleh  4.731 peserta dibagi menjadi 124 kelas dalam 6 wilayah (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Makasar) dan pelatihan guru sasaran pada tanggal 8-12 Juli 2013 yang diikuti oleh 55.672 peserta dibagi menjadi 1. 604 kelas di 30 LPMP, 12 P4TK, LPPKS, Asrama Haji dan lain-lain.

Salah satu paparannya mengulas sekilas tentang skenario pelatihan guru dalam menyambut penerapan Kurikulum 2013 tahun ini.

Menurutnya ada tiga tujuan utama dari pelatihan ini diantaranya bagaimana cara mengubah sikap guru pada pelatihan ini, pengetahuan apa saja yang harus dikuasai oleh guru dan keterampilan apa saja yang harus dilatihkan ke guru. 

Berikut adalah bentuk “SKENARIO PELATIHAN” diambil dari bahan paparannya:

articles_3_clip_image002

Abi yang dalam kesempatan itu didampingi oleh satu widyaiswara dari LPMP Jawa Timur sebagai moderator, menjelaskan bahwa sebagian besar guru termasuk di Jawa Timur masih meniru cara perkuliahan di kampus yang cenderung ceramah saat mereka masih kuliah. Hal ini bagi Abi mempengaruhi proses pembelajaran di kelas yang akhirnya turut pula menggunakan model ceramah. 

Dia juga mengungkapkan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru di Indonesia berbicaranya jauh lebih banyak dibandingkan dengan kata-kata yang diungkapkan siswanya. Sehingga perlu adanya perubahan mindset. 

Maka dalam pelatihan ini guru akan dibekali beberapa hal seperti penjelasan arah kurikulum yang baru, pemutaran contoh-contoh pembelajaran yang baik, pemaparan tentang filosofi perubahan dalam kurikulum yang baru dan penguasaan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). 

Khusus di penguasaan SKL, Abi menambahkan para guru wajib membedah, mengkaji dan menganalisis seperti apa SKL SD, SKL SMP dan seterusnya. 

Guru juga harus tahu keterkaitan antara SKL dengan Standar Isi (SI), Standar Proses (SP), Standar Penilaian (SP), dokumen SKL, Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). 

Selanjutnya dia menjelaskan guru akan dibekali pula beberapa materi proses/produksi seperti cara menerapkan pendekatan saintifik, cara bertanya secara mendalam, latihan menerapkan pendekatan project based learning, problem based learning dan inquiry learning

Dan yang terakhir latihan menerapkan authentic assesment dimana guru akan belajar bagaimana cara menilai hasil dan proses. Kemudian dia melanjutkan paparannya seputar apa saja aktivitas kelas yang akan dilakukan guru pada pelatihan tersebut. Berikut “GAMBAR ALUR AKTIVITAS GURU” di pelatihan menyambut penerapan Kurikulum 2013:

articles_3_clip_image016articles_3_clip_image018          articles_3_clip_image020         articles_3_clip_image022      articles_3_clip_image024 
*Terkait paparan Sekretaris BPSDMPK & PMP Kemdikbud, Abi Sujak tentang aktivitas guru di kelas versi audio: KLIK DI SINI

Dalam kesempatan itu pula, Abi menyinggung sedikit tentang makna atau inti dari proses pembelajaran. Menurutnya yang menjadi poin utama dari pembelajaran adalah memperbanyak proses discovery

“Pembelajaran merupakan proses menemukan ilmu tertentu. Karena memang pembelajaran itu pada akhirnya bersifat individual, yang bersangkutan harus berusaha keras untuk bisa mendapatkan ilmu yang dia pelajari”, jelasnya. 

Sehingga discovery learning, project based learning, problem based learning, inquiry learning akan mewarnai proses pembelajaran yang dilakukan oleh para guru di Kurikulum 2013. 

“Sedangkan target penilaian di Kurikulum 2013 tidak hanya mengutamakan output saja. Tetapi proses pun ikut pula menjadi sasaran penilaian”, lanjut Abi. 

Di sini guru dituntut untuk lebih kreatif dalam melaksanakan proses pembelajaran dan membiasakan diri berpikir tingkat tinggi. Sehingga mau tidak mau guru dipacu untuk banyak belajar bersama kelompok kerjanya (KKG/MGMP) untuk mengembangkan RPP dan bersama-sama menggali kreatifitas secara berkelanjutan. 

Pembelajaran kontekstual mewarnai kurikulum baru ini. Dia mencontohkan topik perhitungan tertentu secara kontekstual, di desa dapat dikaitkan dengan agrobisnis/pertanian, di kota dapat pula dikaitkan dengan situasi bursa efek/keuangan dan berbagai hal lain yang ada di sekitar. 

Terkait dengan penilaian maka rapot nantinya wajib berisi 3 komponen yang terdiri dari nilai pengetahuan, keterampilan dan sikap. Tes seperti Ujian Nasional (UNAS) merupakan wadah yang tepat dalam mengungkapkan penguasaan pengetahuan. 

“Untuk keterampilan dan sikap dapat dilihat melalui portofolio berupa dokumen/contoh-contoh hasil karya maupun narasi-narasi deskriptif kualitatif hasil pengamatan”, imbuhnya. (BP)