LPMP Jawa Timur siap cetak guru berkualitas internasional melalui Sekolah Model

Kabar sepekan ----- Sepekan di Jawa Timur (Seputar Pendidikan)
IMG_8219
Surabaya --- Dalam melaksanakan usaha penjaminan mutu pendidikan LPMP Jawa Timur akan menyentuh langsung sekolah-sekolah di Jawa Timur meski belum semuanya.

Kepala LPMP Jawa Timur, Salamun menyampaikan, sesuai dengan anjuran Mendikbud, Muhammad Nuh, semua sekolah di tiap provinsi tahun ini secara bertahap harus sudah mulai tersentuh oleh usaha penjaminan mutu pendidikan yang dilakukan oleh LPMP. Hal tersebut dilontarkannya saat hari kedua rakornas “Implementasi Percepatan Penjaminan Mutu Pendidikan” Tahun 2013 yang bertempat di Gedung Graha Wiyata LPMP Jawa Timur (22/6)

“Langkah awalnya, LPMP Jawa Timur akan mendampingi 2 sekolah sebagai “sekolah model” di tiap kabupaten di Jawa Timur. Selain mengasah kemampuan gurunya, kami pun akan menggarap Kepala dan pengawas sekolahnya”, papar Salamun. Mereka akan dibekali terlebih dahulu sebelum mereka sendiri yang nantinya akan turun langsung ke sekolah.

Salamun menegaskan, terobosan ini erat kaitannya dengan cita-cita besar untuk menciptakan sekolah-sekolah hebat yang siap mencetak generasi-generasi berkualitas global dan mampu bersaing di level internasional. “Misalnya, setelah mereka lulus SMA,  mau masuk ke perguruan-perguruan tinggi di Indonesia gampang, masuk atau kuliah ke luar negeri juga bisa karena kualitasnya levelnya sudah internasional”, imbuhnya, memberikan contoh sedehana.

Agar semua itu tercapai. Salamun menambahkan, gurunya pun harus berkualitas internasional. Dengan adanya sekolah model, dia mengharapkan akan muncul guru-guru tersebut.

“Terkait tujuan tadi, baru guru-guru tertentu saja yang nanti akan kita asah kemampuannya di sekolah model. Belum bisa semuanya. Kita akan ambil guru Matematika, IPA, Basaha Inggris, IPS, Bahasa Indonesia dan Penjaskes. Lalu kita buat proses dan cara mengajarnya menjadi “excellent”, rencananya begitu,” jelasnya.

Dengan kualitas guru yang hebat. Walaupun input siswa yang masuk rendah atau kecil, minimal hasil atau output-nya  akan baik. “Alhamdulillah kalau di atasnya baik”, tambahnya.

Disampaikan pula olehnya, tahun 2014 nanti, Southeast Asian Ministers of Education Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) menawarkan kerjasama dengan LPMP Jawa Timur untuk mengirim guru studi ke Singapura. Mereka mengikuti diklat selama tiga bulan di sana. Dan lembaga/instansi pengirim wajib menjamin dan menandatangani kontrak perjanjian ke SEAMOLEC bahwa guru-guru tersebut setelah pulang ke negaranya pasti mengimbaskan hasilnya minimal ke enam guru lain di daerahnya. 

“Sebenarnya tahun lalu kami sudah ditawari oleh mereka kerjasama itu. Tapi kami belum berani menjawab karena guru-guru di Jawa Timur inikan  jaminan dan tanggung jawab utamanya ada di tangan dinas pendidikan kab/kota,” pungkasnya. 

Oleh karena itu di rakonas kali ini, dirinya menghimbau agar para peserta yang sebagian adalah Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota di Jawa Timur ikut  bertanggung jawab dan mendukung penuh progam studi/pelatihan guru ke luar negeri  tahun depan yang masih menjadi bagian dari  program sekolah model LPMP Jawa Timur yang akan diluncurkan tahun ini. 

Termasuk jaminan dari dinas pendidikan kabupaten/kota kepada LPMP untuk terus mengawal mereka, sekembalinya dari studi di luar negeri. (BP)