Masih Ada yang Kurang Cerdas Berpartisipasi

Kabar sepekan ----- Sepekan di Jawa Timur (Seputar Pendidikan)
berita 9
Surabaya ---  Dalam acara Rakor Kurikulum 2013 Tahun Anggaran 2014 tanggal 4-6 Januari 2014 lalu di hotel Singgasana, Surabaya, Wamendikbud Musliar Kasim menyesalkan adanya pihak-pihak yang masih kurang cerdas berpartisipasi dalam implementasi Kurikulum 2013.

“Sedih jika menyaksikan guru-guru yang tahu Kurikulum 2013 baru setengah-setengah terus goyang (gamang), gara-gara pemberitaan di koran. Masih ada orang yang mengatakan Kurikulum 2013 harap dievaluasi. Jumlahnya tidak banyak, cuma lima orang. Meskipun cuma 5 orang tapi efeknya luar biasa. Dan yang diomongkan dari dulu cuma itu-itu saja sejak Kemdikbud mewacanakan Kurikulum 2013,” tuturnya.

Musliar berharap orang-orang yang apatis ataupun yang skeptis terhadap Kurikulum 2013 tidak lagi melontarkan pendapat-pendapat yang cenderung mengacaukan stabilitas implementasi Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia.

“Tahun 2013 sudah diterapkan di 6.326 sekolah. Kita sudah pernah survei ke semua stakeholder sekolah, ya gurunya, orang tuanya, muridnya, tidak ada yang tidak setuju dengan Kurikulum 2013. Tahun 2014 ini, jumlah sekolah yang memberlakukan Kurikulum 2013 jumlahnya 30 kali lipat yaitu sejumlah 208.000 sekolah di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Musliar menyampaikan harapan Mendikbud agar Kurikulum 2013 tidak hanya dilaksanakan oleh kementerian. Mendikbud menghimbau seluruh elemen yang terlibat dalam pendidikan terlibat dalam implementasi Kurikulum 2013. Sampai saat ini, Kurikulum 2013 didukung oleh para pengelola pendidikan baik negeri maupun swasta, seperti PGRI, Perguruan Muhammadiyah, Ma’arif NU, Majelis Pendidikan Kristen dan Majelis Nasional Pendidikan Katolik.

“Saya ucapkan terima kasih Pak Salamun (Kepala LPMP Jatim) dan selamat kepada Jawa Timur karena Jawa Timur melalui Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dan Kota sudah memberikan perhatian dan respon yang sangat besar dalam implementasi Kurikulum 2013. Patut dijadikan contoh bagi kabupaten dan provinsi yang lain,” imbuhnya.

Menurut Musliar, Jawa Timur adalah provinsi yang paling besar perhatiannya terhadap implementasi Kurikulum 2013 dibandingkan dengan 33 provinsi lainnya. LPMP Jatim juga menjadi LPMP terbaik dalam dukungannya terhadap implementasi Kurikulum 2013 dibandingkan dengan ke-33 LPMP seluruh Indonesia.

“Seperti Kaltim. Sumatera Barat juga. Tapi Sumatera Barat kan miskin ya. Jadi APBD yang dialokasikan untuk Kurikulum 2013 tidak besar dibandingkan dengan Jatim. Saya dengar, ada salah satu kota di Kaltim yang mengalokasikan APBD untuk Kurikulum 2013 mencapai angka trilyunan,” ungkap Musliar

Ia juga berharap Jatim sebagai model implementasi Kurikulum 2013, termasuk LPMP Jatim-nya, karena banyak Kepala LPMP yang tidak bisa mengkomunikasikan Kurikulum 2013 dengan Kepala Dinas tentang kurikulum-kurikulum pendidikan yang harus relevan dengan kearifan lokal daerah.

“Mengembangkan pendidikan bukan hanya urusan pusat tapi daerah juga. Ini karena otonomi, bisa juga daerah tidak setuju kalau kita tidak bisa mengkomunikasikan. Maka dari itu, kita perlu mengkomunikasikan Kurikulum 2013 ini sehingga semuanya mendukung,” ujarnya.

Musliar juga menegaskan, jika masih ada orang yang berpendapat bahwa persiapan Kemdikbud dalam implementasi Kurikulum 2013 masih kurang, sepertinya itu hanya mengada-ada. Bagaimana tidak? Betapa Kemdikbud telah mempersiapkan Kurikulum 2013 ini dengan sangat matang.

“Belum pernah kita (Indonesia) melakukan persiapan untuk kurikulum seperti sehebat sekarang ini,” lanjutnya

Musliar menyampaikan, untuk sekolah swasta dipersilahkan mengadakan pelatihan Kurikulum 2013 sendiri. Namun guru yang melatih harus sudah lulus pelatihan instruktur, dengan dana dari LPMP atau sekolahnya sendiri. Sebab jika guru yang melatih belum dinyatakan lulus sebagai instruktur Kurikulum 2013, maka dia tidak diperbolehkan melatih sekolahnya. (Brilly Yudho Willanto& Bagus Priambodo)